Headline

Ganjar Luncurkan Program Satu Desa Satu Faskes di Merauke

0

Kerjha — Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo meluncurkan program Satu Desa Satu Faskes yang menjadi bagian dari visi misinya. Hal itu disampaikan saat ia memulai kampanye perdana pilpres 2024 di Merauke, Papua Selatan, Selasa (28/11).

“Ada semangat, ada cinta dan harapan yang kita padukan bersama saudara-saudara kita di Papua. Bahkan di Merauke, di ujung timur republik ini kita mengawali kampanye dengan menjawab langsung apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Mereka butuh fasilitas kesehatan dan pendampingan tenaga kesehatan,” kata Ganjar.

Dia menceritakan, beberapa minggu lalu telah berkeliling Papua dan mendapatkan banyak masukan dari masyarakat. Di antaranya, kebutuhan akses kesehatan yang begitu penting. Karena itu, jika terpilih menjadi presiden, Ganjar ingin membangun fasilitas kesehatan dilengkapi dengan tenaga kesehatan atau dokter di setiap desa.

“Dan itulah salah satu alasan kuat bagi saya dan pak Mahfud untuk melahirkan program Satu Desa Satu Faskes. Kita mulai dari Merauke, Papua Selatan,” kata Ganjar.

Selain menyampaikan program dari visi misinya, Ganjar juga mengajak masyarakat yang hadir untuk berdialog agar bisa mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat di Papua saat ini.

Misalnya saat berdialog dengan pendeta bernama Leonard Batfeny yang berasal dari Distrik Korkari RT 03 Kampung Kondo, Kabupaten Merauke, yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini.
Dalam dialog tersebut, Ganjar pun meminta Leonard untuk bercerita bagaimana perjuangannya membantu masyarakat di kampungnya yang ingin berobat.

“Jadi bagaimana sejarahnya pak Leo bisa membantu masyarakat mencari obat. Bagaimana sejarahnya,” tanya Ganjar.

Leo bercerita, selain menjadi pendeta yang bertugas untuk menyebarkan ajaran agama, dirinya juga harus berperan sebagai tenaga kesehatan karena masyarakat di desanya kesulitan untuk mendapatkan akses kesehatan.

“Jadi awal mulanya ketika saya melakukan tindakan medis ini karena ada masyarakat atau jemaat yang sakit. Itu kita tahu bahwa akses susah, mereka tidak punya pemahaman yang baik tentang dunia obat-obatan, karena ketika jatuh sakit, mereka cuma punya pemahaman pengobatan alam saja,” cerita Leonard kepada Ganjar.

Selain membantu pengobatan kesehatan, ia juga telah membangun sekolah PAUD secara swadaya untuk masyarakat di Kampung Korkari.

“Jadi di sana mereka panggil saya sebagai pendeta, dokter, bahkan sebagai bidan juga, karena saya pernah bantu melahirkan,” kata Leo yang mengaku belajar tentang ilmu kesehatan dari YouTube.

Dalam kesempatan itu, Leonard juga menyampaikan aspirasi dari warga desanya agar Ganjar membantu membangun rumah kesehatan di desanya.

Mendengar permintaan tersebut, Ganjar kemudian memanggil petugas Bawaslu yang berada di lokasi dan menanyakan jika dirinya membantu untuk membangun rumah kesehatan apakah termasuk bagian dari money politics.

“Kalau saya mencarikan dukungan dari orang-orang agar kemudian di kampung ini nanti dibangun rumah kesehatan, apakah itu termasuk monet politics,” tanya Ganjar.

“Selagi tidak merugikan pihak yang lain kita melihat bahwa itu sah-sah saja,” jawab petugas Bawaslu tersebut.

Ganjar mengucapkan terima kasih kepada petugas Bawaslu karena diperbolehkan untuk membantu. Ia mengatakan, warga seperti pendeta Leonard ini sangat membutuhkan bantuan, sehingga diperlukan tindakan dan solusi yang cepat untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami punya banyak teman yang punya perhatian seperti ini. Pendeta Leo sudah menjalani. Beliau butuh cepat. Warga butuh cepat. Mereka tidak bisa menunggu siapa calon presiden yang akan terpilih tahun depan. Yang dibutuhkan adalah rumah kesehatan,” kata Ganjar disambut tepuk tangan.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Pendeta Lonard yang secara suka rela membantu warga di Kampung Korkari. Ia mengatakan sudah mendengar dan mencatat setiap masukan darinya.

“Semua tercatat, semua terdengarkan, ada prioritas yang bisa kita kerjakan, mudah-mudahan kita akan bisa mengerjakan. Insya Allah mudah-mudahan kita akan bisa bantu karena ini kebutuhan, tidak usah menunggu pilihan, tidak usah menunggu siapa pun tapi semangat gotong-royong mesti kita wujudkan karena kesehatan tidak bisa ditunda. Terima kasih bapak Pendeta, Anda luar biasa,” tuturnya. (*)

Tulisan Terkait

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *