Headline

Padat Karya Pengelolaan Sampah Permukiman Serap 4.098 Tenaga Kerja

0

Kerjha ― Permasalahan volume sampah yang tinggi di kawasan perkotaan menjadi tantangan bersama untuk dapat diatasi secara terpadu. Untuk menangani problem tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 97,2 miliar pada 2021 melalui program Padat Karya Tunai (PKT) atau dikenal sebagai program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS-3R).

Tercatat dalam sistem e-Monitoring Kementerian PUPR, hingga 7 Okrtober 2021, pukul 08.00, capaian pekerjaan fisik padat karya TPS-3R yang tersebar di 26 Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Ditjen Cipta Karya mencapai sebesar 94,14 persen, dengan menyerap tenaga kerja 4.098 orang atau setara dengan 235.050 hari orang kerja (HOK).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Pembangunan TPS-3R dengan melibatkan masyarakat diharapkan tidak hanya mengurangi kuantitas sampah dari sumbernya, tetapi juga memberikan pembelajaran serta praktik langsung kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah. Sementara, di sisi lain juga terjadi penyerapan tenaga kerja untuk mendukung daya beli masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

“Melalui program TPS-3R, masyarakat diajak untuk mengubah perilakunya agar membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pengelolaan 3R terhadap sampah yang mereka hasilkan,” kata Menteri Basuki seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR.

Pada tahun anggaran 2021, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 97,2 miliar untuk menyalurkan program TPS-3R yang tersebar di 162 lokasi. Program padat karya tunai ini pada awalnya diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 2.430 orang, namun ternyata justru mampu melampaui target tersebut.

Pekerjaan fisik Program TPS-3R yang telah selesai 100 persen salah satunya di Provinsi Jawa Tengah tersebar di 13 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Boyolali, Cilacap, Kebumen, Magelang, Purworejo, Sragen, Temanggung, Wonosobo, Blora, Grobogan, Pati, Semarang, dan Kota Semarang.

Pada beberapa lokasi penerima bantuan program TPS-3R, sampah yang telah dipilah dan diolah juga dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar atau bahan campuran aspal. Misalnya untuk sampah organik berupa ranting dan dedaunan, dapat diolah menjadi bahan bakar berbentuk pelet/briket, sementara untuk sampah non-organik berupa kantong plastik dicacah untuk menjadi bahan campuran aspal plastik.

Berbagai inovasi pengelolaan sampah ini menjadi bukti, TPS-3R tidak hanya menjawab persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah, namun juga dapat menghasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah tersebut. (MET)

Tulisan Terkait

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *