Berita

Telat Bayar THR, Pengusaha Bakal Dikenai Denda 5 Persen

0

Kerjha — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan pengusaha untuk tidak telat membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerja atau buruhnya. Pasalnya, keterlambatan pembayaran THR ini akan dikenai denda sebesar 5 persen.

Denda tersebut mengacu kepada Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“Ketika terlambat dibayarkan, maka dendanya adalah 5 persen dari total THR, baik itu secara individu atau pun nanti hitungnya per berapa jumlah pekerja yang tidak dibayar,” kata Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang di Jakarta, dikutip Rabu (20/3).

Lebih lanjut Haiyani mengatakan, pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR keagamaan kepada pekerja/buruh.

Sebagai informasi, Menteri Ketenagakerjaan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberitan Tunjangan Hari Raya Keagamaan 2024 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Dalam SE tersebut, salah satu poinnya disebutkan bahwa THR keagamaan wajib dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah juga menegaskan, pemberian THR keagamaan wajib dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruhnya. THR wajib dibayarkan secara penuh dan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

”THR keagamaan ini harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil. Saya minta perusahaan agar memberikan perhatian dan taat terhadap ketentuan ini,” ucapnya. (*)

Tulisan Terkait

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *