Headline

Indonesia Terus Gaungkan Kesetaraan Akses Vaksin bagi Semua Negara

0

Kerjha — Indonesia terus menggaungkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara di dunia, sebagai bagian dari upaya bersama untuk mengatasi pandemi secara global.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemulihan ekonomi hanya dapat dilakukan jika kita dapat mengatasi pandemi secara bersama, dan pandemi hanya dapat diatasi jika kita dapat mempersempit ketimpangan akses terhadap vaksin,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno LP Marsudi, Jumat (24/9).

Tak hanya di forum PBB, hal senada juga disuarakan Presiden Jokowi saat berbicara di pertemuan Global Covid-19 Summit, Rabu (22/9) lalu. Pertemuan tingkat tinggi dunia terkait penanganan pandemi Covid-19 tersebut digagas oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

“Presiden Republik Indonesia di dalam Global Summit to End Covid-19 Pandemic mengatakan, ketimpangan vaksin antarnegara harus diatasi melalui COVAX Facility, kerja sama dose-sharing, dan akses yang merata terhadap vaksin harus ditingkatkan,” ungkap Menlu Retno.

Pertemuan ini bertujuan untuk menggalang dukungan dan melakukan rencana aksi yang nyata guna mewujudkan ketersediaan tambahan tujuh miliar dosis vaksin pada akhir tahun ini dan tujuh miliar dosis berikutnya pada pertengahan 2022.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga menekankan politisasi dan nasionalisme vaksin harus diakhiri. “Solidaritas dan kerja sama, menurut Presiden, merupakan kunci untuk dunia keluar dari pandemi, pulih bersama,” ujar Menlu.

Lebih lanjut Retno menyampaikan, kesenjangan akses terhadap vaksin telah menjadi perhatian dunia saat ini. Menlu mengungkapkan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam Sidang Majelis Umum PBB juga menyoroti fakta di saat sebagian negara memiliki kelebihan vaksin, sebagian negara lainnya tidak memiliki vaksin.

“Diibaratkan oleh Sekjen PBB bahwa kita lulus tes dalam sains tetapi kita mendapat nilai F dalam etika. Ini pernyataan tajam yang disampaikan Sekjen PBB untuk mengungkapkan kegelisahannya terkait kesenjangan akses terhadap vaksin,” ungkapnya. (TUT)

Tulisan Terkait

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *