Headline

Pemerintah Alokasikan Rp 11 Triliun untuk Program Kartu Prakerja 2022

0

Kerjha — Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, program Kartu Prakerja masih akan dilanjutkan pada 2022 mendatang. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program Kartu Prakerja sebesar Rp 11 triliun atau 4,3 persen dari anggaran perlindungan sosial pada 2022.

Program Kartu Prakerja merupakan inisiatif strategis pemerintah dalam penanganan Covid-19. Program ini tidak hanya menjadi sarana transfer dana dari pemerintah ke masyarakat, tetapi juga menawarkan skill development yang dapat menjadi fondasi dalam meraih kesempatan kerja yang lebih luas.

“Seringkali para pekerja kesulitan mendapatkan pekerjaan dikarenakan kompetensi yang diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk menjembatani ini pemerintah berupaya memberikan keterampilan bagi angkatan kerja kita sehingga labor market akan menjadi lebih sehat dan lebih fleksibel,” ungkap Febrio dalam Webinar bersama KataData “Diseminasi Hasil Studi Evaluasi Dampak Program Kartu Prakerja”, Rabu (1/12).

Febrio melanjutkan, keterampilan yang diberikan dalam program Kartu Prakerja harus memenuhi setidaknya satu dari skilling atau penambahan kemampuan, upskilling atau peningkatan kemampuan, dan reskilling atau penggantian kemampuan. Selain itu kebijakan pemberian Kartu Prakerja juga diarahkan untuk mendorong peningkatan keterampilan yang dibutuhkan terutama dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan teknologi digital.

“Melalui program Kartu Prakerja diharapkan kompetensi, baik para pencari kerja baru, pencari kerja yang alih profesi atau korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat mengisi kebutuhan dunia kerja sehingga masalah pengangguran Indonesia bisa lebih diatasi,” jelas Febrio.

Secara akumulasi, jumlah penerima program Kartu Prakerja sampai dengan 30 September 2021 mencapai 12 juta orang yang tersebar pada 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) terhadap 7,2 juta responden penerima manfaat sebanyak 85 persen responden tidak atau belum mengikuti pelatihan, 52 persen responden tinggal di perdesaan, 49.persen berjenis kelamin perempuan, dan 3,6 persen di antaranya penyandang disabilitas.

Febrio menyatakan, hasil survei persepsi masyarakat terhadap manfaat program bantuan pemerintah di masa pandemi Covid-19 yang dilakukan oleh IPSOS 2021 menunjukkan, program Kartu Prakerja menjadi bantuan sosial yang paling bermanfaat. Meski demikian, Febrio mengingatkan agar capaian yang diperoleh harus tetap diperbaiki secara berkelanjutan.

“Atas capaian yang sudah diperoleh melalui program Kartu Prakerja ini kiranya tetap dilakukan upaya perbaikan berkelanjutan dengan meningkatkan tata kelola program yang semakin transparan dan akuntabel dari sisi pengadaan barang jasa pemerintah, termasuk verifikasi atas lembaga pelatihan yang diusulkan oleh mitra platform digital. Selanjutnya, efisiensi program Kartu Prakerja di era digital juga diikuti dengan modul pelatihan yang semakin variatif untuk memenuhi kebutuhan peserta di sektor formal maupun sektor informal yang paling terdampak akibat pandemi,” tutur Febrio. (MET)

Tulisan Terkait

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *